SE Mendikbud Nomor 3 Tahun 2019 Tentang Zonasi PPDB - Inspirasi Generasi Milenial Mewujudkan Mimpi

Saturday, 22 June 2019

SE Mendikbud Nomor 3 Tahun 2019 Tentang Zonasi PPDB

 

SE Mendikbud Nomor 3 Tahun 2019 Tentang Zonasi PPDB

Sobat OW | tercinta...



Mendikbud Muhadjir Effendy menerbitkan Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2019 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada tanggal 21 Juni 2019 di Jakarta. Surat Edaran Mendikbud No. 3 tahun 2019 tentang PPDB disampaikan untuk seluruh Gubernur di Indonesia dan Bupati/Walikota di seluruh Indonesia. Surat Edaran Mendikbud tentang PPDB Nomor 3 Tahun 2019 ini adalah dalam rangka pelaksanaan penerimaan peserta didik baru tahun 2019.

Banyak beredar berita mengenai Penerimaan Peserta Didik Baru untuk Tahun Pelajaran 2019/2020 diiringi dengan beberapa masalah. Diantaranya mengenai zonasi siswa dengan sekolah yang akan mereka tuju. Hingga muncul beberapa gambar orang tua melakukan “boyong rumah” hanya demi bisa menyekolahkan anaknya di sekolah yang diharapkan namun diluar zonasinya. Karena banyak simpang siur mengenai zoasi tersebut akhirnya Mendikbud Muhadjir Effendy menerbitkan Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2019 ini.

SE Mendikbud tentang PPDB No. 3 tahun 2019 ini mengevaluasi dan memperlonggar ketentuan dalam Permendikbud 51 tahun 2018 tentang PPDB TK, SD, SMP, SMA, dan SMK karena adanya beberapa daerah yang belum bisa maksimal melaksanakan, menjadi yang tadinya jalur zonasi 90% menjadi 80%, jalur prestasi yang ketentuannya 5% menjadi lebih banyak yaitu 15% dan jalur perpindahan tugas orang tua/wali masih tetap 5%, dari daya tampung sekolah. 


Dalam rangka pelaksanaan penerimaan peserta didik baru tahun 2019, ketentuan mengenai pendaftaran peserta didik baru sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 51 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan Sekolah Menengah Kejuruan, yang menyatakan bahwa :

jalur zonasi paling sedikit 90% (sembilan puluh persen) dari daya tampung Sekolah; jalur prestasi paling banyak 5% (lima persen) di luar zonasi dari daya tampung Sekolah; dan jalur perpindahan tugas orang tua/wali paling banyak 5% (lima persen) dari daya tampung Sekolah, mengingat kondisi beberapa daerah yang belum dapat melaksanakan secara optimal, maka dapat dilaksanakan dengan ketentuan persentase sebagai berikut :
jalur zonasi paling sedikit B0% (delapan puluh persen) dari daya tampung Sekolah; jalur prestasi paling banyak 15% (lima belas persen) dari daya tampung Sekolah; dan jalur perpindahan tugas orang tua/wali paling banyak 5% (lima persen) dari daya tampung Sekolah.

Sehubungan dengan hal tersebut, kami melakukan perubahan ketentuan tersebut melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 20 Tahun 2O19 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 51 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan Sekolah Menengah Kejuruan, dengan menyesuaikan ketentuan sebagaimana diatas, serta kami mengimbau kepada Gubernur dan Bupati/Walikota yang perlu melakukan penyesuaian agar dapat melaksanakan ketentuan tersebut.

Jadi, Surat Edaran Mendikbud Nomor 3 Tahun 2019 tentang PPDB ini akan dilanjutkan dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang akan mengubah ketentuan dalam Permendikbud 51/2018 tentang PPDB yang menunggu diundangkan dan diberlakukan yaitu Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 20 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 51 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan Sekolah Menengah Kejuruan.


Demikian informasi mengenai zonasi PPDB untuk tahun pelajaran 2019/2020 ini melalui Surat Edaran Mendikbud Nomor 3 Tahun 2019. Terima kasih atas kunjungannya, dan dinantikan kunjungan berikutnya.

Semoga bermanfaat....

No comments:
Write komentar