Pencegahan Stunting Anak di Indonesia - Inspirasi Generasi Milenial Mewujudkan Mimpi

Friday, 23 August 2019

Pencegahan Stunting Anak di Indonesia

 

Pencegahan Gejala Stunting Anak di Indonesia

Sobat OW| tercinta....

Stunting merupakan satu permasalahan tersendiri untuk bisa ditanggulangi di Indonesia ini, dimana kegiatan penanggulangannya diawali dari Desa sebagai lokasi awal pendeteksian perkembangan anak yang mungkin saja terindikasikan terkena stunting.

Melalui Kader Pembangunan Manusia (KPM) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi mencoba melakukan sinergi bekerjasama dengan lembaga terkait yang ada di desa untuk bisa mengurangi bahkan menurunkan serta menangani dan mencegah gejala terindikasi stunting pada anak di Indonesia.

Seperti yang Admin kutip dari pengantar tentang Pedomam Umum Kader Pembangunan Manusia berikut diantaranya dinyatakan ;
Seiring dengan arah kebijakan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi yang telah menetapkan bahwa penggunaan Dana Desa Tahun 2019 diprioritaskan salah satunya untuk pencegahan stunting. Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 16 Tahun 2018 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2019, khususnya pada Pasal 6
diatur bahwa Dana Desa diprioritaskan untuk kegiatan pelayanan gizi dan pencegahan anak kerdil (stunting). Kebijakan ini, diharapkan akan turut berkontribusi dalam pencapaian target RPJMN 2015-2019 yakni menurunkan prevalensi stunting dari 37,2% (Data Riskesdas 2013) menjadi 28% di Tahun 2019.


Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (UU Desa) mengamanatkan bahwa masyarakat harus berperan aktif dalam pembangunan desa. Intervensi pencegahan stunting harus melalui konvergensi program yang melibatkan pelaku lintas sektor di tingkat Pusat, Daerah, dan Desa. Untuk itu maka dibutuhkan kesiapan dan kapasitas yang memadai oleh masyarakat dan pemerintah desa
selaku pelaku pembangunan yang bersentuhan langsung dengan sasaran, khususnya kepada rumah tanggga 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi menyusun “Pedoman Umum Kader Pembangunan Manusia” sebagai bentuk pembinaan dan bantuan teknis terhadap pendampingan konvergensi pencegahan stunting di desa. Diharapkan pedoman ini dapat mendorong peningkatan akses layanan pencegahan stunting yang berkualitas bagi setiap sasaran, serta secara konkrit dapat mendukung penurunan angka stunting dalam rangka mewujudkan peningkatan kualitas hidup, kesejahteraan dan penanggulangan kemiskinan. Pedoman ini disusun atas kontribusi dari berbagai stakeholders yang mempunyai kepedulian terhadap upaya konvergensi pencegahan stunting. “Cegah Stunting itu Penting”, harus dipastikan menjadi Gerakan Bersama yang tercermin dari keberpihakan kebijakan dan anggaran di tingkat Pusat, Daerah, dan Desa. 

Untuk lebih lengkapnya, silahkan Sobat unduh Pedoman Kader Pembangunan Desa pada link unduhan dibawah ini :


Demikian informasi mengenai Pedoman Umum Kader Pembangunan Desa yang bisa Admin bagikan. Terima kasih atas kunjungannya, dan dinantikan kunjungan berikutnya.

Semoga bermanfaat....

No comments:
Write komentar