Inspirasi Generasi Milenial Mewujudkan Mimpi: Desa
Showing posts with label Desa. Show all posts
Showing posts with label Desa. Show all posts

Sunday, 5 January 2020

Pembagian SML/SQL Aplikasi Siskeudes 2020 oleh Ditjen Bina Pemerintah Desa Kementerian Dalam Negeri

 
Pembagian SML/SQL Aplikasi Siskeudes 2020 oleh Ditjen Bina Pemerintah Desa Kementerian Dalam Negeri
Acara Pembukaan bimbingan Teknis SML/SQL Aplikasi Seskeudes 2020 oleh Direktur Fasilitasi Keuangan dan Aset Pemerintahan Desa, Drs. Benni Irwan, M.Si. MA. Dok: Makmur Sumarsono


Menindaklanjuti pelaksanaan launching Aplikasi Siskeudes Versi 2.0.2 melalui penambahan fitur interkoneksi dengan aplikasi OM-SPAN milik Ditjen Perbendaharaan, Kementerian Keuangan, di Hotel Borobudur Jakarta, pada tanggal 19 Agustus lalu, kini Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri, kembali melaksanakan kegiatan pembagian SML/SQL Aplikasi Siskeudes versi 2.0.2 Tahun Anggaran 2020, di Aula Gedung C, Ditjen Bina Pemdes, Kemendagri, Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Kegiatan itu berlangsung selama tiga hari, yakni sejak tanggal 24---26 September 2019, yang dikhususkan kepada pemerintah kabupaten/kota, sekaligus melakukan bimbingan teknis penerapannya.

Dalam laporannya, Kasubdit Sistem Informasi Keuangan dan Aset Desa, Dr. Nasrullah,S.Sos, M.Si., menyampaikan bahwa, kegiatan ini sifatnya mendesak untuk dilakukan, agar pemerintah kabupaten/kota mempunyai cukup waktu untuk memfasilitasi proses penyusunan  APBDesa 2020, sehingga penetapannya sesuai batas waktu yang diatur dalam peraturan perundangan.

Lebih lanjut, Dr. Nasrullah menyampaikan bahwa, selain penyerahan SML/SQL Tahun Anggaran 2020, kegiatan ini dimaksudkan sebagai media pembelajaran bersama bagi pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota, mengenai penerapan aplikasi versi 2.0.2 yang telah ditambahkan dengan fitur interkoneksi dengan aplikasi OM-SPAN, sehingga aparat pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota lebih terampil untuk mengajarkan penerapannya bagi aparatur Desa di wilayahnya masing-masing.
Kasubdit Sistem Informasi Keuangan dan Aset Desa, Dr. Nasrullah,S.Sos, M.Si., Dok: Makmur Sumarsono

Kegiatan pembagian SML/SQL ini, melibatkan 467 peserta, berasal dari 33 pejabat/staf yang membidangi pengelolaan keuangan Desa di Provinsi, dan 434 pejabat/staf yang membidangi pengelolaan keuangan Desa di Kabupaten/Kota. Kegiatan tersebut dibagi dalam 3 region atau gelombang dengan pelaksanaan, 1 Hari untuk 1 Region.
Pada kesempatan yang sama,  Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Direktur Fasilitasi Keuangan dan Aset Pemerintahan  Desa, Drs. Benni Irwan, M.Si. MA., menyatakan bahwa, selama kurun waktu 5 tahun mengawal pelaksanaan Undang-Undang Desa, pemerintah telah melakukan banyak hal, baik dari kebijakan maupun program kegiatan demi terwujudnya tatanan  penyelenggaraan pemerintahan Desa yang optimal, dalam mengemban tugas pemerintahan, pembangunan, kemasyarakatan dan pemberdayaan masyarakat Desa.
Direktur Fasilitasi Keuangan dan Aset Pemerintahan Desa, Drs. Benni Irwan, M.Si. MA., Dok : Makmur Sumarsono

Untuk mewujudkan tata kelola keuangan Desa, supaya berjalan dengan baik, Ditjen Bina Pemerintahan Desa, Kementerian Dalam Negeri terus berupaya melakukan langkah-langkah perbaikan atas kinerja pengelolaan keuangan desa tersebut, baik dari aspek regulasi maupun program kegiatan.
Hal ini mengingat isu pengelolaan keuangan Desa merupakan isu yang paling banyak mendapat sorotan atau perhatian publik. Semua itu tentunya terkait dengan jumlah anggaran yang cukup besar dalam APBDesa, namun disisi lain masih banyak celah kelemahan atau kekurangan dari pengelolanya, yang pada akhirnya menjadi penyebab banyak kepala Desa beserta perangkatnya harus berhadapan dengan kasus hukum.

Dalam sambutan itu, dipaparkan pula, bahwa setidaknya ada 3 (tiga) faktor yang menjadi penyebab kepala Desa dan perangkat Desa berhadapan dengan kasus hukum, dalam pengelolaan keuangan Desa, pertama karena ketidaktahuan, kedua karena ketidak mampuan dan ketiga karena memang faktor kesengajaan.

Dari aspek regulasi, Ditjen Bina Pemdes telah melakukan perubahan atau revisi permendagri 113 Tahun 2014 melalui Permendagri 20 Tahun 2018, tentang pengelolaan keuangan Desa.  Selanjutnya, dari aspek teknologi informasi, juga telah dikembangkan aplikasi Sistem Informasi Keuangan Desa (Siskeudes) versi 2.0 menjadi versi 2.0.2, dengan penambahan fitur interkoneksi dengan aplikasi OM-SPAN.

Melalui pengembangan aplikasi Siskeudes versi 2.0.2. yang telah disesuaikan dengan permendagri 20 tahun 2018, dan adanya interkoneksi dengan aplikasi om-span, diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi pemerintah Desa dalam pengelolaan keuangan Desa, serta mampu meminimalisir praktek-praktek penyimpangan, sekaligus mewujudkan efektifitas, efisiensi serta akuntablitas dan transparansi pengelolaan keuangan Desanya.

Berdasarkan data Ditjen Bina Pemdes saat ini, ada kurang lebih 68.885 Desa dari 74.954 Desa, di 434 Kabupaten/Kota, dan di 33 Provinsi yang telah menggunakan aplikasi Siskeudes dalam pengelolaan keuangan Desanya.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Fasilitasi Keuangan dan Aset Pemdes juga menyampaikan upaya lain yang dilakukan oleh Kementerian Dalam Negeri, yaitu mengenai layanan In House Training (IHT) Siskeudes dan Sipades yang telah dibangun oleh Ditjen Bina Pemdes.

Layanan IHT tersebut diberikan secara gratis, dengan maksud sebagai sarana pembelajaran pengelolaan keuangan Desa maupun Aset Desa, berbasis sistem informasi bagi aparat pemerintah  provinsi maupun kabupaten/kota. Pemerintah daerah dipersilahkan menyampaikan usulan nama-nama aparat pemerintah daerah yang akan mengikuti layanan IHT tersebut, selanjutnya Ditjen Bina Pemdes akan mengatur jadwal pelaksanaannya.
Perwakilan dari BPKP Edi Suharto Kasubdit Pengawasan Akuntabilitas Pembangunan dan Tata Kelola Keuangan Desa Wilayah 3.1. Dok: Makmur Sumarsono

Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan dari BPKP, Edi Suharto  selaku Kasubdit Pengawasan Akuntabilitas Pembangunan dan Tata Kelola Keuangan Desa Wilayah 3.1., dalam kesempatan itu ia menyampaikan beberapa rencana pengembangan aplikasi yang berkaitan dengan Siskeudes, diantaranya Siswaskeudes hasil kerjasama antara BPKP dan Kemendagri (Inspektorat Jenderal dan Ditjen Bina Pemerintahan Desa), yang akan digunakan sebagai instrumen pengawasan pengelolaan keuangan desa oleh APIP daerah.
Pada kesempatan itu,  Kasubdit Fasilitasi Pengelolaan Keuangan Desa, Dra. Farida Kurnianingrum MM., juga menyampaikan isu-isu terkait pengelolaan keuangan desa di tahun 2019 dan 2020. Hal pokok yang disampaikannya adalah pertama mengenai kewajiban pemerintah daerah kabupaten/kota, untuk menyampaikan laporan konsolidasi realisasi APBDesa semester I tahun 2019, dan yang kedua mengenai penambahan kode rekening kegiatan dan objek belanja, yang menjadi masukan dari pemerintah daerah yang akan diterapkan di tahun 2020.
Kasubdit Fasilitasi Pengelolaan Keuangan Desa, Dra. Farida Kurnianingrum MM., saat menyampaikan materi. Dok: Makmur Sumarsono

Dalam kegiatan pembagian SML/SQL ini, peserta begitu antusias saat mengikuti acara yang berlangsung, hingga pada akhir sambutan Direktur Fasilitasi Keuangan dan Aset Pemdes, Ia menyampaikan harapan mengenai pentingnya komitmen dari Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten/Kota, untuk memberikan dukungan pembiayaan melalui APBD masing-masing, guna melaksanakan sosialisasi ataupun bimbingan teknis bagi aparatur Desa, dalam rangka penguatan kapasitas pemahaman dan penggunaan aplikasi Siskeudes versi 2.0.2 tersebut.
Setelah menerima SML/SQL aplikasi 2.0.2 tahun anggaran 2020, pemerintah kabupaten/kota agar segera mendistribusikan kepada pemerintah Desa, sekaligus melakukan pelatihan penerapannya, serta memfasilitasi penyusunan APBDesa Tahun Anggaran 2020 diwilayahnya masing-masing, agar APBDesa 2020 bisa tepat waktu penetapannya. (RL)


sumber : kompasiana.com 

Thursday, 26 December 2019

Daftar Lengkap 25 Kota di Indonesia yang Dilewati Gerhana Matahari Cincin Besok Siang

 
Daftar Lengkap 25 Kota di Indonesia yang Dilewati Gerhana Matahari Cincin Besok Siang

Sobat OW | tercinta...
Fenomena alam gerhana matahari cincin akan melewati beberapa wilayah di Indonesia pada Kamis (26/12/2019). Gerhana matahari cincin (GMC) terjadi ketika Matahari, Bulan, dan Bumi tepat segaris.

Ketika itu, piringan bulan yang teramati dari bumi lebih kecil dibandingkan piringan matahari. Oleh karena itu, saat puncak gerhana, Matahari akan tampak seperti cincin, yakni gelap di bagian tengahnya dan terang di bagian pinggirnya.

Kepala Biro Humas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) Akhmad Taufan Maulana, seperti dilansir potretnews.com dari kompas.com, Ahad (22/12/2019), membenarkan gerhana matahari cincin akan melewati sejumlah wilayah di Indonesia.

Taufan menjelaskan, fenomena GMC tidak hanya melewati beberapa wilayah Indonesia, melainkan juga melalui Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Oman, India, Srilangka, Samudra India, Singapura, Malaysia, dan Samudra Pasifik.

GMC pada 26 Desember 2019 dapat diamati di sedikit Afrika bagian timur, seluruh wilayah Asia, Samudra India, Australia bagian utara, dan Samudera Pasifik berupa Gerhana Matahari Sebagian. Sementara, di Indonesia, GMC akan melewati 25 kota dan kabupaten di Indonesia.

Berikut daftar 25 wilayah di Indonesia yang akan dilewati gerhana matahari cincin :
Sinabang
Singkil
Sibolga
Pandan
Tarutung
Padangsidempuan
Sipirok
Gunungtua
Sibuhuan
Pasirpengaraian
Dumai
Bengkalis
Siak Sri Indrapura
Selatpanjang
Tanjungpinang
Tanjungbalai Karimun
Batam
Bandan Seri Bentan
Mempawah
Singkawang
Sambas
Bengkayang
Putussibau
Tanjungselor
Tanjungredep

Lokasi-lokasi tersebut merupakan daerah yang bisa digunakan sebagai tempat melihat gerhana matahari cincin dalam kondisi penuh. Fenomena alam GMC diprediksi akan dimulai pukul 12.15 WIB, berupa gerhana matahari sebagian. Pada pukul 12.17 WIB akan memasuki fase puncak. Waktu puncak tersebut adalah waktu terbaik untuk mengamati fenomena ini. GMC akan berakhir di Indonesia pada pukul 12.19 WIB.

Gerhana matahari sebagian selain di 25 kabupaten dan kota tersebut, Gerhana Matahari Sebagian juga bisa disaksikan di beberapa wilayah di Pulau Jawa. Gerhana yang akan terlihat dari wilayah di Pulau Jawa mencapai 70-80 persen. Sementara, daerah paling sedikit mengalami GMC yakni wilayah selatan Papua dengan 20 persen.

Jika cuaca cerah, masyarakat Jakarta dan Bandung juga dapat mengamati GMC ini. Bagi masyarakat di Jakarta, besaran GMC yang akan terjadi adalah sekitar 72 persen, dan di Bandung akan terjadi sekitar 70 persen. Waktu GMC paling awal diprediksi akan terjadi di Aceh mulai pukul 10.03 WIB. Sementara wilayah paling terakhir adalah Papua pada pukul 14.37 WIT.
Gerhana ke-5 pada 2019, tercatat, sepanjang 2019, terjadi lima kali gerhana, termasuk gerhana matahari cincin yang akan terjadi pada 26 Desember 2019.

Berikut daftar gerhana yang terjadi pada 2019 :
1. Gerhana Matahari Sebagian (GMS) pada 5-6 Januari 2019, yang tidak dapat diamati dari Indonesia
2. Gerhana Bulan Total (GBT) pada 21 Januari 2019, yang tidak dapat diamati dari Indonesia

Demikian Informasi Mengenai Daftar 25 Kota di Indonesia yang Dilewati Gerhana Matahari Cincin Tahun 2019 yang bisa Admin bagikan. Terima kasih atas kunjungannya dan dinantikan kunjungan berikutnya.

sumber : disini

Saturday, 30 November 2019

Cara Install Windows XP

 
Cara Melakukan Install Windows XP

Sobat OW | tercinta....

Windows XP merupakan windows sejuta umat di era komputerisasi ini, khususnya di Indonesia Raya ini. Bahkan, hingga saat ini saja masih ada instansi yang setia dan sepertinya cinta mati dengan sistem operasi yang satu ini.

Selain karena kecilnya ukuran sistem resource yang dibutuhkan oelh sistem yang satu ini, Windows XP juga terkenal ringan dan user friendly. Dari jajaran windows yang ada baik versi sebelum muncul Windows XP ini ataupun setelah versi Windows XP ini, Windows XP merupakan salah satu sistem operasi yang paling lama digunakan oleh "brainware" yang ada di Indonesia ini.

Walaupun, dengan sistem operasi Windows XP ini pengguna tidak bisa merasakan kecanggihan fitur Microsoft Office yang dituangkan dalam Paket Microsoft Office 2016 dan versi terbarunya, sebab sistem operasi Windows XP tidak cocok atau kompatible dengan minimum sistem yang direkomendasikan oleh Microsoft Office versi 2016 keatas.

Baik Sobat tercinta.... Langsung saja berikut cara melakukan installasi Windows Xp yang akan kita bahas bersama....

1. Nyalakan Komputer/Laptop, kemudian tekan  tombol DEL atau F2 pada Laptop, terkadang juga F1 atau esc pada merk yang lain. Hal ini dilakukan untuk masuk ke setup menu (bios), untuk memastikan “booting windows” dimulai dari CD atau USB yang telah kita format dengan Installer Windows Xp tahapan ini sangat penting sebagai kunci boot pertama installasi yang akan kita lakukan, jika gagal pada tahap ini proses installasi sudah dipastikan tidak akan berhasil pula.


2. Masuk setup menu (tampilannya berbeda-beda tergantung dari merk), kemudian cari “Boot” untuk setting booting pertama ke CD/USB installer windows XP.



3. Arahkan CD ke yang pertama, ingat tampilan menunya berbeda-beda tergantung merk tapi intinya sama, untuk memposisikan CD ke yang pertama biasanya ada keterangannya di samping kiri atau bawahnya sesuai display yang muncul di layar monitor Sobat semuanya.


4. Setelah diposisikan pada CD atau USB di booting utama, klik atau pilih Exit dan save, kemudian yes, maka komputer/laptop akan segera booting. Jangan lupa masukan CD/USB Windows XP ke komputer/lapotnya sebelum restart.


5. Tekan tombol apa saja pada saat gambar berikut muncul supaya masuk ke proses instalasi windows XP, waktunya diberikan 5 detik, jika tidak ditekan maka proses instalasi tidak akan terjadi.

6. Masuk ke proses instalasi, pada tahapan ini kita tidak perlu melakukan apapun, cukup perhatikan saja. Boleh juga sich kalau mau disambi ngopi atau ngeteh.....


7. Tekan Enter untuk memulai proses instalasi. (terdapat keterangan di bagian bawah display monitor).


8. Tekan F8 untuk menyetujui dan memulai proses installasi.


9. Masuk ke pengaturan partisi atau disebut juga pengaturan Hardisk/hard drive. Partisi ini jumlahnya bisa berbeda-beda tergantung pengaturan yang punya laptop atau komputer, tetapi bisa diatur-atur lagi. Bisa dengan jumlah 2 Partisi yaitu C: dan D: (C: alias sistem windows dan D: alias data-data/local disk), namanya mungkin bermacam-macam, tapi yakinkan yang akan di install yang C: Arahkan kursor/tanda marking ke C: atau sistem sebelumnya, kemudian tekan Delete atau Del. Ini dilakukan untuk membersihkan partisi, sehingga benar-benar bersih.


10. Arahkan kursor atau tanda ke partisi yang akan diinstal windows XP. Kemudian buat partisi yang baru dengan menekan ENTER atau menekan tombol C (Create Partition/ Buat Partisi). Catatan untuk mengatur partisi yang lainpun langkah-langkahnya sama saja, seperti pengaturan untuk partisi D: atau E: (kita asumsikan hardisk belum pernah terinstall sistem operasi sebelumnya)


11. Ketikan angka yang dinginkan (biasanya 5 digit) atau tekan tombol C atau Tekan ENTER saja pun tidak apa-apa. Mengetikan angka – sebenarnya untuk mengatur luas/besarnya partisi C: tersebut, umumnya disarankan lebih dari 20 Gigabytes (20000), kalo tekan Enter berarti otomatis. lalu tekan ENTER


12. Proses instalasi dimulai secara otomatis, yaitu memasukan data-data sistem ke Hard disk. Dan Sobat tidak perlu melakukan apapun yang berkaitan dengan installasi ini hingga installasi selesai.



13. Melakukan restart, untuk mempercepat action atau proses menuju restart, Sobat boleh tekan tombol ENTER pada keyboard

14. Sampai ke tahapan ini, Sobat tidak perlu melakukan apapun... Cukup dipandangi saja ya.... tapi jangan membayangkan yang lain-lain....

15. OK, setelah muncul notifikasi pengaturan Regional and language, Sobat klik saja tombol Next

16. Isi Nama dan Organisasi sesuai keinginan Sobat, lalu klik tombol Next

18. Masukkan 25 Digit Serial Number yang Sobat miliki pada paket installasi yang Sobat beli, atau Sobat juga bisa menghubungi Admin melalui Telegram atau Whattsapp pada tombol disamping kanan bawah bagian blog ini. Setelah SN dientry, klik tombol Next lagi

18. Ketik nama komputer kembali sesuai selera masing-masing. Untuk Administrator password dan konfirmasi password abaikan saja (kosongkan), klik tombol Next

19. Kemudian Sobat dihadapkan dengan pilihan pengaturan waktu. Sesuaikan saja dengan waktu saat Sobat melakukan installasi ini, klik tombol Next

20. Proses installasi Windosws XP dilanjutkan, biarkan saja jalan dengan sendirinya.

21. Muncul notifikasi pengaturan jaringan pada jaringan LAN Card, klik saja tombol Next

22. Muncul pengaturan nama group kerja, boleh Sobat ganti atau langsung dengan klik tombol Next saja

23. Installasi lanjut kembali, cukup perhatikan saja...

24. Proses restart PC berlangsung, muncul notifikasi pilihan booting, cukup abaikan saja sebab jika Sobat menekan tombol apapun pada keyboard maka proses installasi akan dimulai dari awal lagi.

25. Tunggu hingga muncul notifikasi Display Seting, silahkan Sobat klik tombol OK

26. Akan muncul notifikasi monitor seting, klik tombol OK lagi

27. Muncul notifikasi Selamat Datang Pada Microsoft, klik saja tombol Next

28. Muncul notifikasi pengaturan proteksi keamanan, pilih yang merah (Not right now) kemudian klik tombol Next.

29. Muncul notifikasi Ujicoba Koneksi Internet, langsung saja klik tombol Skiip (lewati)

30. Muncul notifikasi Aktivasi Windows, silahkan pilih No, dan kemudian klik Next

31. Ketikkan nama, cukup pada posisi Your Name saja, lalu klik Next

32. Muncul notifikasi selesai intallasi yang ditandai dengan ucapan terima kasih dari Microsoft Windows XP. Klik saja tombol FINISH.

33. Keluarkan CD Installer nya atau cabut USB drive installernya.

Sampai disini Sobat sudah berhasil dan menyelesaikan Installasi Windows XP pada laptop atau komputer Sobat. Selanjutnya Sobat bisa melakukan installasi driver mainboard/motherboard melalui CD driver yang disertakan pada paket pembelian Mobo Sobat, atau file driver yang sudah tersimpan di Hardisk External atau flashdisk yang Sobat miliki agar pengoperasian Windows XP nya dapat digunakan secara maksimal dan sesuai harapan Sobat semuanya.

Demikian informasi Cara Melakukan Installasi Windows XP yang bisa Admin bagikan. Terima kasih atas kunjungannya, dan dinantikan kunjungan berikutnya.

Semoga bermanfaat...

Thursday, 28 November 2019

Cara Menambahkan Related Post Pada Akhir Postingan

 
Menambahkan Related Post Pada Akhir Postingan di Blogger

Sobat OW | tercinta....

Memiliki blog yang manis serta bisa menampilkan konten yang dicari oleh pengunjung dengan rapi adalah idaman dan impian semua blogger. Cara untuk bisa mewujudkannya salah satunya bisa Sobat tempuh dengan eksekusi postingan yang satu ini, yaitu mengenai Related Post.

Sebelum kita melangkah lebih jauh, perlu Sobat ketahui terlebih dahulu bahwa yang dimaksud dengan Related Post (Artikel Terkait) adalah sebuah kode script sesuai namanya yang bisa menampilkan artikel terkait yang terdpaat kemiripan atau kesamaan dalam pembahasan ataupun pembicaraannya dengan artikel yang saat ini dikunjungi oleh pengunjung blog kita.

Misal, saat ini Sobat sedang mengunjungi sebuah blog tentang RPP Matematika, maka bisa jadi pada rangkaian pengaturan "Related Post" yang muncul diantaranya berisi sebuah judul postingan kita yang ada kaitannya dengan RPP Matematika, seperti Membuat RPP Matematika Dengan Mudah Untuk Kelas X SMA, atau RPP Bahasa Indonesia Untuk SMA Kelas XI, dan lain sebagainya.... 

Nach, itu tadi sedikit penjelasan mengenai Related Post, dan mudah-mudahan bisa Sobat pahami. Selanjutnya bagaimana agar blog kita bisa memiliki Related Post ? Ikuti dan praktekkan langsung saja postingan berikut.

Berikut ulasannya, semoga bermanfaat buat panduan belajar bersama. Mari kita liat Proseduralnya Sobat PojokSD 😄😄😄

  • Silahkan Log in ke blogger.com
  • Selanjutnya Masuk menggunakan akun masing-masing Sobat.
  • berikutnya Silahkan Klik Tema, lalu pilih HTML (sebelum lanjut ke langkah selanjutnya silahkan Copas html Sobat untuk berjaga-jaga jika terjadi kesalahan dan simpan dalam notepad)
  • Klik kiri dimana saja diarea template mode HTML tadi

/* CSS Related Posts Start */ #mdRelated { display: block; margin: 20px 0px; line-height: 1.5em; } #mdRelated h3.title { font-size: 16px; font-weight: 600; text-align: center; text-transform: uppercase; line-height: initial; } #mdRelated h3.title span { background-color: #fff; padding: 0px 15px; position: relative; z-index: 1; } #mdRelated h3.title:before { content: ''; display: block; position: relative; top: 10px; width: 100%; border-top: 2px solid #cccccc; } #mdRelated ul { margin: 20px 0px 0px; padding: 0px; display: flex; display: -webkit-flex; flex-wrap: wrap; -webkit-flex-wrap: wrap; -ms-flex-wrap: wrap; } #mdRelated ul li { list-style: none; width: calc((100% / 3) - 15px); text-align: center; margin-right: 20px; margin-bottom: 20px; padding: 0px; -webkit-margin-start: 0px !important; } #mdRelated ul li .thumb { overflow: hidden; line-height: 0px; border-radius: 7px; } #mdRelated ul li:nth-of-type(3n) { margin-right: 0px; } #mdRelated ul li a { display: block; } #mdRelated ul li a.judul { color: #000; font-weight: 600; margin-top: 7px; } #mdRelated ul li a.judul:hover,#mdRelated ul li:hover a.judul { color: #3498db; } #mdRelated ul li a img { width: 100%; max-height: 143px; transition: all .3s ease; border: 0px; margin: 0px; } #mdRelated .norelated { text-align: center; font-weight: 600; } @media screen and (max-width:480px) { #mdRelated ul li { width: calc((100% / 2) - 7.5px); margin-right: 15px; margin-bottom: 15px; } #mdRelated ul li:nth-of-type(3n) { margin-right: 15px; } #mdRelated ul li:nth-of-type(2n) { margin-right: 0px; } } /* CSS Related Posts End*/

Lanjut...., silahkan sobat cari menu ]]></b:skin> atau </style> singkatnya silahkan lakukan pencarian dengan cara CTRL + F, lalu pastekan kode ]]></b:skin> atau </style> lalu enter, setelah ditemukan kode ]]></b:skin>,  silahkan pastekan kode dibawah ini diatas kode tersebut ( ]]></b:skin> atau </style> pada bagian head template ). "
Selanjutnya, cari kode <data:post.body/> pada kode ini biasanya terdapat beberapa kode <data:post.body/>, maka pilihlah antara kode yang kedua atau ketiga. Setelah ditemukan pastekan kode script dibawah ini tepat dibawah kode <data:post.body/>, berikut adalah kode scriptnya : 

<B:IF COND='DATA:VIEW.ISPOST'>
  <DIV ID='MDRELATED'>
    <H3 CLASS='TITLE'><SPAN>ARTIKEL TERBARU</SPAN></H3>
    <SCRIPT>//<![CDATA[
      VAR JUMLAH = 6;
      EVAL(FUNCTION(P,A,C,K,E,D){E=FUNCTION(C){RETURN(C<A?'':E(PARSEINT(C/A)))+((C=C%A)>35?STRING.FROMCHARCODE(C+29):C.TOSTRING(36))};IF(!''.REPLACE(/^/,STRING)){WHILE(C--){D[E(C)]=K[C]||E(C)}K=[FUNCTION(E){RETURN D[E]}];E=FUNCTION(){RETURN'\\W+'};C=1};WHILE(C--){IF(K[C]){P=P.REPLACE(NEW REGEXP('\\B'+E(C)+'\\B','G'),K[C])}}RETURN P}('D A=["\\Y","\\X\\1F\\F\\K\\H","\\F\\E\\Q\\C\\H\\E","\\W","\\K\\Q\\A\\E\\1Y\\1D\\P","\\X\\Z\\U\\X\\H\\N\\K\\Q\\C","","\\1L\\F\\K\\Q","\\E\\Q\\H\\N\\1E","\\P\\E\\E\\A","\\1H\\H","\\H\\K\\H\\F\\E","\\S\\F\\Q\\H\\E\\Q\\H","\\X\\Z\\V\\V\\G\\N\\1E","\\V\\E\\A\\K\\G\\1H\\H\\E\\Z\\V\\U\\Q\\G\\K\\F","\\Z\\N\\F","\\A\\G\\H\\G\\2N\\K\\V\\G\\C\\E\\D\\1F\\Q\\C\\2Q\\U\\G\\X\\E\\1M\\1Z\\2P\\K\\1T\\1W\\1D\\1C\\1I\\2K\\2J\\2E\\C\\F\\B\\B\\B\\B\\1I\\1N\\Z\\E\\V\\Z\\C\\B\\B\\B\\B\\V\\B\\B\\B\\B\\1W\\O\\B\\1R\\B\\B\\B\\O\\W\\A\\1B\\2F\\E\\B\\B\\B\\B\\B\\1A\\1I\\O\\1N\\1T\\W\\1R\\O\\B\\1L\\U\\1Z\\Z\\D\\C\\B\\B\\B\\B\\2H\\V\\F\\V\\W\\1T\\W\\1R\\V\\1T\\1D\\F\\N\\1M\\2G\\2B\\B\\B\\1B\\1X\\B\\1W\\1V\\1J\\1D\\1K\\1G\\1J\\B\\B\\B\\B\\B\\V\\F\\1K\\1J\\1K\\1N\\Z\\W\\V\\O\\O","\\F\\K\\Q\\1K","\\N\\E\\F","\\G\\F\\H\\E\\N\\Q\\G\\H\\E","\\E\\N\\E\\P","\\N\\G\\Q\\A\\F\\V","\\P\\F\\F\\F\\N","\\Z\\1C\\1B","\\Y\\F\\K\\W","\\Y\\A\\K\\1J\\K\\S\\F\\G\\X\\X\\I\\P\\H\\E\\Z\\V\\U\\P\\W\\Y\\G\\K\\E\\N\\E\\P\\I\\P","\\P\\K\\H\\K\\H\\F\\E\\I\\P","\\P\\W\\Y\\K\\V\\C\\K\\X\\N\\S\\I\\P","\\D\\1I\\1B\\2A\\1B\\X\\E\\1B\\1G\\1A\\X\\1F\\X\\1K\\X\\Q\\F\\X\\Q\\Z","\\N\\E\\1F\\F\\G\\S\\E","\\P\\K\\G\\F\\H\\I\\P","\\P\\D\\W\\Y\\D\\G\\W\\Y\\D\\A\\K\\1J\\W","\\Y\\G\\K\\E\\N\\E\\P\\I\\P","\\P\\K\\S\\F\\G\\X\\X\\I\\P\\1L\\Z\\A\\Z\\F\\P\\W","\\Y\\D\\G\\W","\\Y\\D\\F\\K\\W","\\1I\\N\\K\\H\\E"];D Q=0,L=J H(),R=J H(),B=J H();1C 2L(T,T){D I=T[A[1]](A[0]);N(D J=0;J<I[A[2]];J++){U(I[J][A[4]](A[3])!=-1){I[J]=I[J][A[5]](I[J][A[4]](A[3])+1,I[J][A[2]])}};I=I[A[7]](A[6]);I=I[A[5]](0,T-1);1Q I}1C 2D(T){N(D I=0;I<T[A[9]][A[8]][A[2]];I++){D T=T[A[9]][A[8]][I];L[Q]=T[A[11]][A[10]];1G=A[6];U(A[12]1H T){1G=T[A[12]][A[10]]}1S{U(A[13]1H T){1G=T[A[13]][A[10]]}};U(A[14]1H T){1M=T[A[14]][A[15]]}1S{1M=A[16]};B[Q]=1M;N(D J=0;J<T[A[17]][A[2]];J++){U(T[A[17]][J][A[18]]==A[19]){R[Q]=T[A[17]][J][A[20]];1O}};Q++}}1C 1L(1P,I){N(D J=0;J<1P[A[2]];J++){U(1P[J]==I){1Q 1Q}};1Q 1P}1C 1R(){D L=J H(0);D R=J H(0);D 1N=J H(0);D Y=J H(0);N(D M=0;M<R[A[2]];M++){U(!1L(L,R[M])){L[A[2]]+=1;L[L[A[2]]-1]=R[M];R[A[2]]+=1;R[R[A[2]]-1]=L[M];1N[A[2]]+=1;Y[A[2]]+=1;Y[Y[A[2]]-1]=B[M]}};L=R;R=L;B=Y;N(D M=0;M<L[A[2]];M++){D G=1A[A[22]]((L[A[2]]-1)*1A[A[21]]());D 1O=L[M];D 1F=R[M];D 1V=B[M];L[M]=L[G];R[M]=R[G];B[M]=B[G];L[G]=1O;R[G]=1F;B[G]=1V};D 1E=0;D O=1A[A[22]]((L[A[2]]-1)*1A[A[21]]());D 1D=O;D M;D 1Y=1U[A[23]];2I(1E<1X){U(R[O]!=1Y){M=A[24];M+=A[25]+R[O]+A[26]+L[O]+A[27]+B[O][A[29]](/\\/S[0-9]+(\\-C)?/,A[28])+A[2O]+L[O]+A[26]+L[O]+A[2C];M+=A[2M]+R[O]+A[2R]+L[O]+A[1Z];M+=A[1S];1U[A[1U]](M);1E++;U(1E==1X){1O}};U(O<L[A[2]]-1){O++}1S{O=0};U(O==1D){1O}}}',62,152,'||||||||||_0X91F7|X41||VAR|X65|X6C|X61|X74|_0X46AAX8|_0X46AAX9|X69|JUDUL|_0X46AAX12|X72|_0X46AAX18|X27|X6E|URLS||_0X46AAX6|IF|X6D|X3E|X73|X3C|X75|X64|GAMBAR|X67|X2F|X68|X6F|_0X46AAX13|ARRAY|X3D|NEW|X20|_0X46AAXE|_0X46AAX1A|FOR|X43|X66|REL|_0X46AAXF|X63|_0X46AAX7|X62|X45|X51|X2D|_0X46AAX11|X55|||||||||||MATH|X31|FUNCTION|X4F|_0X46AAX17|X70|POSTCONTENT|IN|X77|X76|X6B|X6A|POSTIMG|X53|BREAK|_0X46AAXC|RETURN|X49|ELSE|X56|DOCUMENT|_0X46AAX16|X42|JUMLAH|_0X46AAX1B|X34|X33|X4C|X52|_0X46AAX19|X79|_0X46AAX15|X32|X24|X4E|X54|X46|CONTAINS|X36|_0X46AAX10|_0X46AAX14|FALSE|TRUE|MDRELATEDGRID|35|X57|36|X37|X58|X2B|X78|34|||||||||||X39|X48|31|RELPOSTIMGCUPLIK|X47|X50|X38|X44|WHILE|X4B|X30|FILTER|32|X3A|30|X2C|X3B|33'.SPLIT('|'),0,{}));
      //]]></SCRIPT>
 <B:IF COND='DATA:POST.LABELS'>
      <B:LOOP VALUES='DATA:POST.LABELS' VAR='LABEL'>
        <SCRIPT EXPR:SRC='&QUOT;/FEEDS/POSTS/DEFAULT/-/&QUOT; + DATA:LABEL.NAME + &QUOT;?ALT=JSON-IN-SCRIPT&AMP;CALLBACK=RELPOSTIMGCUPLIK&AMP;MAX-RESULTS=25&QUOT;'/>
      </B:LOOP>
      <UL>
        <SCRIPT>MDRELATEDGRID();</SCRIPT>
      </UL>
      <B:ELSE/>
      THERE IS NO OTHER POSTS IN THIS CATEGORY.
    </B:IF>
  </DIV>
<DIV CLASS='CLEAR'/>
</B:IF>

Lalu lakukan Pratinjau untuk meyakinkan tema tersebut benar-benar seperti yang Sobat harapkan, setelah sesuai silakan Save/ Simpan.
Selesai

Catatan :
var jumlah : jumlah varian yang nantinya akan ditampilkan di blog
Demikian informasi mengenai Cara Menambahkan Relate Post Pada Akhir Postingan di Blogger yang bisa Admin bagikan. Terima kasih atas kunjungannya, dan dinantikan kunjungan berikutnya.

Semoga bermanfaat....

Thursday, 10 October 2019

Mengenal Stunting, Kondisi Tubuh Anak Pendek yang Ternyata Berbahaya

 

Mengenal Stunting, Kondisi Tubuh Anak Pendek yang Ternyata Berbahaya

Sobat OW| tercinta....

Kebanyakan orangtua hanya melihat perkembangan dan pertumbuhan anaknya dari berat badan saja. Jika berat badan cukup atau melihat pipi anaknya sudah sedikit tembam, anak tersebut dianggap sudah sehat. Padahal, tinggi badan adalah salah satu faktor yang menentukan apakah nutrisi anak sudah baik atau belum. Pertumbuhan tinggi badan yang tidak normal dikenal dengan nama stunting. Lantas, apa dampak yang akan terjadi jika pertumbuhan tinggi badan anak tidak sama dengan teman seusianya?

Apa itu stunting?
Mengutip dari Buletin Stunting yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI, stunting adalah suatu kondisi yang ditandai ketika panjang atau tinggi badan anak kurang jika dibandingkan dengan umur. Atau mudahnya, stunting adalah kondisi di mana anak mengalami gangguan pertumbuhan sehingga menyebabkan tubuhnya lebih pendek ketimbang teman-teman seusianya.

Banyak yang tidak tahu kalau anak pendek adalah tanda dari adanya masalah gizi kronis pada pertumbuhan tubuh si kecil. Terlebih lagi, jika stunting dialami oleh anak yang masih di bawah usia 2 tahun. Hal ini harus segera ditangani dengan segera dan tepat.

Pasalnya, stunting adalah kejadian yang tak bisa dikembalikan seperti semula jika sudah terjadi. Anak masuk ke dalam kategori stunting ketika panjang atau tinggi badannya menunjukkan angka di bawah -2 standar deviasi (SD). Penilaian status gizi yang satu ini biasanya menggunakan grafik pertumbuhan anak (GPA) dari WHO.

Tubuh pendek pada anak yang berada di bawah standar normal, merupakan akibat dari kondisi kurang gizi yang telah berlangsung dalam waktu lama. Hal tersebut yang kemudian membuat pertumbuhan tinggi badan anak terhambat, sehingga mengakibatkan dirinya tergolong stunting.

Jadi singkatnya, anak dengan tubuh pendek belum tentu serta merta mengalami stunting. Pasalnya, stunting hanya bisa terjadi ketika kurangnya asupan nutrisi harian anak, sehingga memengaruhi perkembangan tinggi badannya.

Apa penyebab stunting pada anak?
Stunting adalah hasil dari berbagai faktor yang terjadi di masa lalu. Misalnya asupan gizi yang buruk, berkali-kali terserang penyakit infeksi, serta berat badan lahir rendah (BBLR).

Kondisi tidak tercukupinya asupan gizi anak ini biasanya tidak hanya terjadi setelah ia lahir saja. Melainkan bisa dimulai sejak ia masih di dalam kandungan. WHO sebagai Badan Kesehatan Dunia, menyatakan bahwa sekitar 20 persen kejadian stunting sudah terjadi saat bayi masih berada di dalam kandungan.

Hal ini disebabkan oleh asupan ibu selama hami kurang bergizi dan berkualitas, sehingga nutrisi yang diterima janin cenderung sedikit. Akhirnya, pertumbuhan di dalam kandungan mulai terhambat dan terus berlanjut setelah kelahiran.

Selain itu, kondisi ini juga bisa terjadi akibat kebutuhan gizi anak saat masih di bawah usia 2 tahun tidak tercukupi. Entah itu tidak diberikan ASI eksklusif, ataupun MPASI (makanan pendamping ASI) yang diberikan kurang mengandung zat gizi yang berkualitas.

Banyak teori yang menyatakan bahwa kurangnya asupan makanan juga bisa menjadi salah satu faktor utama penyebab stunting. Khususnya asupan makanan yang mengandung zink, zat besi, serta protein ketika anak masih berusia balita.

Melansir dari buku Gizi Anak dan Remaja, kejadian ini umumnya sudah mulai berkembang saat anak berusia 3 bulan. Proses perkembangan tersebut lambat laun mulai melambat ketika anak berusia 3 tahun.

Setelah itu, grafik penilaian tinggi badan berdasarkan umur (TB/U), terus bergerak mengikuti kurva standar tapi dengan posisi berada di bawah. Ada sedikit perbedaan kondisi stunting yang dialami oleh kelompok usia 2-3 tahun, dan anak dengan usia lebih dari 3 tahun.

Pada anak yang berusia di bawah 2-3 tahun, rendahnya pengukuran grafik tinggi badan menurut usia (TB/U) bisa menggambarkan proses stunting yang sedang berlangsung. Sedangkan pada anak yang berusia lebih dari itu, kondisi tersebut menunjukkan kalau kegagalan pertumbuhan anak memang telah terjadi (stunted).

Apa saja gejala stunting?
Gejala stunting yang paling utama adalah anak memiliki tubuh pendek di bawah rata-rata. Tinggi atau pendeknya tubuh anak sebenarnya bisa dengan mudah Sobat ketahui, jika Sobat memantau tumbuh kembang si kecil sejak ia lahir.

Beberapa gejala dan tanda lain yang terjadi kalau anak mengalami gangguan pertumbuhan:

  • Berat badan anak tidak naik, bahkan cenderung menurun.
  • Perkembangan tubuh anak terhambat, seperti telat menarche (menstruasi pertama anak perempuan).
  • Anak mudah terserang berbagai penyakit infeksi.
Sementara untuk tahu apakah tinggi anak normal atau tidak, Sobat harus secara rutin memeriksakannya ke pelayanan kesehatan terdekat. Baik itu membawa si kecil ke dokter, bidan, Posyandu, atau pun Puskesmas terdekat setiap bulan.

Apa dampaknya jika anak stunting sejak kecil?
Stunting adalah gangguan pertumbuhan anak, yang jika tidak ditangani dengan baik tentu akan memengaruhi pertumbuhannya hingga dewasa nanti. Bukan cuma dampak fisik saja yang mungkin timbul dari tubuh pendek pada anak.

Berikut berbagai risiko yang dialami oleh anak pendek atau stunting di kemudian hari.

  • Kesulitan belajar.
  • Kemampuan kognitifnya lemah.
  • Mudah lelah dan tak lincah dibandingkan dengan anak-anak lain seusianya.
  • Memiliki risiko lebih tinggi untuk terserang penyakit infeksi di kemudian hari, karena sistem kekebalan tubuhnya yang lemah. 
  • Memilki risiko lebih tinggi untuk mengalami berbagai penyakit kronis (diabetes, penyakit jantung, kanker, dan lain-lain) di usia dewasa.
Bahkan, ketika sudah dewasa nanti, anak dengan tubuh pendek akan memiliki tingkat produktivitas yang rendah  dan sulit bersaing di dalam dunia kerja. Bagi anak perempuan yang mengalami stunting, berisiko untuk mengalami masalah kesehatan dan perkembangan pada keturunannya saat sudah dewasa. 

Hal tersebut biasanya terjadi pada wanita dewasa dengan tinggi badan kurang dari 145 cm karena mengalami stunting sejak kecil. Pasalnya, ibu hamil yang bertubuh pendek di bawah rata-rata (maternal stunting) akan mengalami perlambatan aliran darah ke janin, serta pertumbuhan rahim dan plasenta.

Bukan tidak mungkin, kondisi tersebut akan berdampak buruk pada kondisi bayi yang dilahirkan. Bayi yang lahir dari ibu dengan tinggi badan di bawah rata-rata berisiko mengalami komplikasi medis yang serius, bahkan pertumbuhan yang terhambat.

Perkembangan saraf dan kemampuan intelektual bayi tersebut bisa terhambat, disertai dengan tinggi badan yang rendah. Selayaknya stunting yang berlangsung sejak kecil, bayi dengan kondisi tersebut juga akan terus mengalami hal yang sama sampai ia beranjak dewasa.

Dampak stunting juga bisa memengaruhi proses kelahiran bayi
Stunting juga bisa meningkatkan risiko kematian janin saat melahirkan, karena kesulitan persalinan yang dialami ibu. Pasalnya, ibu dengan tinggi badan di bawah normal cenderung memiliki ukuran panggul yang kecil atau sempit. Hal inilah yang nantinya akan mempersempit jalan lahir bayi, sehingga menyulitkannya untuk keluar dari rahim ibu.

Atau dengan kata lain, ukuran kepala bayi terlalu besar sehingga tidak sepadan dengan ukuran panggul yang dimiliki ibu. Oleh karena proporsi ukuran yang tidak sesuai inilah, ibu dengan tinggi badan pendek biasanya sulit untuk melakukan persalinan normal (melalui vagina).

Sebab jika dipaksakan, kondisi tersebut justru bisa meningkatkan risiko kematian maternal dan masalah kesehatan pada bayi. Entah itu dalam jangka pendek maupun panjang.

Rendahnya tinggi badan ibu yang telah terjadi sejak kecil juga bisa mengakibatkan hal yang sama pada anak-anaknya kelak. Anak yang lahir dari ibu dengan tinggi badan di bawah rata-rata berisiko mengalami underweight atau berat badan rendah, serta tinggi badan yang tidak rendah pula.

Itulah mengapa kondisi ini dikatakan sebagai masalah gizi yang dapat berdampak hingga anak berusia lanjut usia, apabila tidak segera ditangani.

Bagaimana cara menangani stunting pada anak?
Melansir dari Buletin Stunting menurut Kementerian Kesehatan RI, stunting dipengaruhi oleh pola asuh, cakupan dan kualitas pelayanan kesehatan, lingkungan, serta ketahanan pangan. 

Salah satu cara pertama yang bisa dilakukan untuk anak dengan tinggi badan di bawah normal, yakni dengan memberikannya pola asuh yang tepat. Dalam hal ini meliputi inisiasi menyusui dini (IMD), pemberian ASI Eksklusif sampai usia 6 bulan, serta pemberian ASI bersama dengan MP-ASI sampai anak berusia 2 tahun.

WHO dan UNICEF menganjurkan agar bayi usia 6-23 bulan untuk mendapatkan makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang optimal. Ketentuan pemberian makanan tersebut sebaiknya mengandung minimal 4 atau lebih dari 7 jenis makanan.

Meliputi serealia/umbi-umbian, kacang-kacangan, produk olahan susu, telur atau sumber protein lainnya, sayur dan buah kaya vitamin A atau lainnya. Di sisi lain, perhatikan juga batas ketentuan minimum meal frequency (MMF), untuk bayi usia 6-23 bulan yang diberi dan tidak diberi ASI, dan sudah mendapat MP-ASI, seperti:

Untuk bayi yang diberi ASI:

Umur 6-8 bulan: 2 kali per hari atau Bible
Umur 9-23 bulan: 3 kali per hari atau lebih
Untuk bayi yang tidak diberi ASI:

6-23 bulan: 4 kali per hari atau lebih
Bukan hanya itu saja. Ketersediaan pangan di masing-masing keluarga turut berperan dalam mengatasi stunting. Misalnya dengan meningkatkan kualitas makanan harian yang dikonsumsi.

Apakah stunting bisa dicegah?
Kejadian stunting bukanlah masalah baru di dunia kesehatan. Di Indonesia sendiri, stunting adalah masalah gizi pada anak yang masih menjadi pekerjaan rumah yang mesti dituntaskan dengan baik. Terbukti menurut data Pemantauan Status Gizi (PSG) dari Kementerian Kesehatan RI, selama 3 tahun terakhir ini, jumlah anak pendek terbilang cukup tinggi.

Kasus anak stunting memiliki jumlah tertinggi jika dibandingkan dengan permasalahan gizi lainnya, seperti gizi kurang, kurus, dan gemuk. Pertanyaan selanjutnya adalah, bisakah stunting pada anak dicegah sejak dini?

Jawabannya sebenarnya bisa. Stunting pada anak merupakan satu dari beberapa program prioritas yang dicanangkan oleh pemerintah agar angka kasusnya diturunkan.

Ada berbagai upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah stunting menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 39 Tahun 2016. Cara mencegah stunting menurut Pedoman Penyelenggaraan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga, yakni:

Untuk ibu hamil dan bersalin:

  • Pemantauan kesehatan secara optimal beserta penanganannya, pada 1.000 hari pertama kehidupan bayi.
  • Pemeriksaan kehamilan atau ante natal care (ANC) secara rutin dan berkala.
  • Melakukan proses persalinan di fasilitas kesehatan terdekat, seperti dokter, bidan, maupun puskesmas.
  • Memberikan makanan tinggi kalori, protein, serta mikronutrien untuk bayi (TKPM).
  • Melakukan deteksi penyakit menular dan tidak menular sejak dini.
  • Memberantas kemungkinan anak terserang cacingan.
  • Melakukan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan penuh.
Untuk balita:

  • Rutin memantau pertumbuhan balita.
  • Memberikan makanan tambahan (PMT) untuk balita.
  • Melakukan stimulasi dini perkembangan anak.
  • Memberikan pelayanan dan perawatan kesehatan yang optimal untuk anak.
Untuk anak usia sekolah:

  • Memberikan asupan gizi yang cukup sesuai kebutuhan harian anak.
  • Mengajarkan anak pengetahuan terkait gizi dan kesehatan.
Untuk remaja:

  • Membiasakan anak untuk melakukan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), pola gizi seimbang, tidak merokok, dan tidak memakai narkoba.
  • Mengajarkan anak mengenai kesehatan reproduksi.

Untuk dewasa muda:

  • Memahami seputar keluarga berencana (KB).
  • Melakukan deteksi dini terkait penyakit menular dan tidak menular.
  • Senantiasa menerapkan perilaku hidup bersih sehat (PHBS), pola gizi seimbang, tidak merokok, dan tidak memakai narkoba.
  • Intinya, jika ingin mencegah stunting maka asupan serta status gizi seorang calon ibu harus baik. Hal ini kemudian diiringi dengan memberikan asupan makanan yang berkualitas ketik anak telah lahir.

Apakah stunting masih mungkin diperbaiki?
Sayangnya, stunting adalah kondisi gangguan pertumbuhan yang tidak bisa dikembalikan seperti semula. Maksudnya, ketika seorang anak sudah stunting sejak masih balita, maka pertumbuhannya akan terus lambat hingga ia dewasa.

Saat puber, ia tidak dapat mencapai pertumbuhan maksimal akibat sudah terkena stunting di waktu kecil. Meskipun, Sobat telah memberikannya makanan yang kaya akan gizi, tapi tetap saja pertumbuhannya tidak dapat maksimal seperti anak normal lainnya.

Namun, tetap penting bagi Sobat memberikan berbagai makanan yang bergizi tinggi agar mencegah kondisi si kecil semakin buruk dan gangguan pertumbuhan yang ia alami semakin parah.

Oleh karena itu, sebenarnya hal ini dapat dicegah dengan cara memberikan nutrisi yang maksimal saat awal-awal kehidupannya. Tepatnya selama 1.000 hari pertama kehidupan anak.

Jika Sobat OW mengetahui bahwa si kecil mengalami kondisi ini, sebaiknya segera konsultasikan pada dokter anak agar cepat teratasi.

Demikian informasi mengenai STUNTING yang bisa Admin bagikan. Terima kasih atas kunjungannya dan dinantikan kunjungan berikutnya.

Semoga bermanfaat...



sumber : hellosehat.com