Inspirasi Generasi Milenial Mewujudkan Mimpi: Desa
Showing posts with label Desa. Show all posts
Showing posts with label Desa. Show all posts

Thursday, 10 October 2019

Mengenal Stunting, Kondisi Tubuh Anak Pendek yang Ternyata Berbahaya

 

Mengenal Stunting, Kondisi Tubuh Anak Pendek yang Ternyata Berbahaya

Sobat OW| tercinta....

Kebanyakan orangtua hanya melihat perkembangan dan pertumbuhan anaknya dari berat badan saja. Jika berat badan cukup atau melihat pipi anaknya sudah sedikit tembam, anak tersebut dianggap sudah sehat. Padahal, tinggi badan adalah salah satu faktor yang menentukan apakah nutrisi anak sudah baik atau belum. Pertumbuhan tinggi badan yang tidak normal dikenal dengan nama stunting. Lantas, apa dampak yang akan terjadi jika pertumbuhan tinggi badan anak tidak sama dengan teman seusianya?

Apa itu stunting?
Mengutip dari Buletin Stunting yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI, stunting adalah suatu kondisi yang ditandai ketika panjang atau tinggi badan anak kurang jika dibandingkan dengan umur. Atau mudahnya, stunting adalah kondisi di mana anak mengalami gangguan pertumbuhan sehingga menyebabkan tubuhnya lebih pendek ketimbang teman-teman seusianya.

Banyak yang tidak tahu kalau anak pendek adalah tanda dari adanya masalah gizi kronis pada pertumbuhan tubuh si kecil. Terlebih lagi, jika stunting dialami oleh anak yang masih di bawah usia 2 tahun. Hal ini harus segera ditangani dengan segera dan tepat.

Pasalnya, stunting adalah kejadian yang tak bisa dikembalikan seperti semula jika sudah terjadi. Anak masuk ke dalam kategori stunting ketika panjang atau tinggi badannya menunjukkan angka di bawah -2 standar deviasi (SD). Penilaian status gizi yang satu ini biasanya menggunakan grafik pertumbuhan anak (GPA) dari WHO.

Tubuh pendek pada anak yang berada di bawah standar normal, merupakan akibat dari kondisi kurang gizi yang telah berlangsung dalam waktu lama. Hal tersebut yang kemudian membuat pertumbuhan tinggi badan anak terhambat, sehingga mengakibatkan dirinya tergolong stunting.

Jadi singkatnya, anak dengan tubuh pendek belum tentu serta merta mengalami stunting. Pasalnya, stunting hanya bisa terjadi ketika kurangnya asupan nutrisi harian anak, sehingga memengaruhi perkembangan tinggi badannya.

Apa penyebab stunting pada anak?
Stunting adalah hasil dari berbagai faktor yang terjadi di masa lalu. Misalnya asupan gizi yang buruk, berkali-kali terserang penyakit infeksi, serta berat badan lahir rendah (BBLR).

Kondisi tidak tercukupinya asupan gizi anak ini biasanya tidak hanya terjadi setelah ia lahir saja. Melainkan bisa dimulai sejak ia masih di dalam kandungan. WHO sebagai Badan Kesehatan Dunia, menyatakan bahwa sekitar 20 persen kejadian stunting sudah terjadi saat bayi masih berada di dalam kandungan.

Hal ini disebabkan oleh asupan ibu selama hami kurang bergizi dan berkualitas, sehingga nutrisi yang diterima janin cenderung sedikit. Akhirnya, pertumbuhan di dalam kandungan mulai terhambat dan terus berlanjut setelah kelahiran.

Selain itu, kondisi ini juga bisa terjadi akibat kebutuhan gizi anak saat masih di bawah usia 2 tahun tidak tercukupi. Entah itu tidak diberikan ASI eksklusif, ataupun MPASI (makanan pendamping ASI) yang diberikan kurang mengandung zat gizi yang berkualitas.

Banyak teori yang menyatakan bahwa kurangnya asupan makanan juga bisa menjadi salah satu faktor utama penyebab stunting. Khususnya asupan makanan yang mengandung zink, zat besi, serta protein ketika anak masih berusia balita.

Melansir dari buku Gizi Anak dan Remaja, kejadian ini umumnya sudah mulai berkembang saat anak berusia 3 bulan. Proses perkembangan tersebut lambat laun mulai melambat ketika anak berusia 3 tahun.

Setelah itu, grafik penilaian tinggi badan berdasarkan umur (TB/U), terus bergerak mengikuti kurva standar tapi dengan posisi berada di bawah. Ada sedikit perbedaan kondisi stunting yang dialami oleh kelompok usia 2-3 tahun, dan anak dengan usia lebih dari 3 tahun.

Pada anak yang berusia di bawah 2-3 tahun, rendahnya pengukuran grafik tinggi badan menurut usia (TB/U) bisa menggambarkan proses stunting yang sedang berlangsung. Sedangkan pada anak yang berusia lebih dari itu, kondisi tersebut menunjukkan kalau kegagalan pertumbuhan anak memang telah terjadi (stunted).

Apa saja gejala stunting?
Gejala stunting yang paling utama adalah anak memiliki tubuh pendek di bawah rata-rata. Tinggi atau pendeknya tubuh anak sebenarnya bisa dengan mudah Sobat ketahui, jika Sobat memantau tumbuh kembang si kecil sejak ia lahir.

Beberapa gejala dan tanda lain yang terjadi kalau anak mengalami gangguan pertumbuhan:

  • Berat badan anak tidak naik, bahkan cenderung menurun.
  • Perkembangan tubuh anak terhambat, seperti telat menarche (menstruasi pertama anak perempuan).
  • Anak mudah terserang berbagai penyakit infeksi.
Sementara untuk tahu apakah tinggi anak normal atau tidak, Sobat harus secara rutin memeriksakannya ke pelayanan kesehatan terdekat. Baik itu membawa si kecil ke dokter, bidan, Posyandu, atau pun Puskesmas terdekat setiap bulan.

Apa dampaknya jika anak stunting sejak kecil?
Stunting adalah gangguan pertumbuhan anak, yang jika tidak ditangani dengan baik tentu akan memengaruhi pertumbuhannya hingga dewasa nanti. Bukan cuma dampak fisik saja yang mungkin timbul dari tubuh pendek pada anak.

Berikut berbagai risiko yang dialami oleh anak pendek atau stunting di kemudian hari.

  • Kesulitan belajar.
  • Kemampuan kognitifnya lemah.
  • Mudah lelah dan tak lincah dibandingkan dengan anak-anak lain seusianya.
  • Memiliki risiko lebih tinggi untuk terserang penyakit infeksi di kemudian hari, karena sistem kekebalan tubuhnya yang lemah. 
  • Memilki risiko lebih tinggi untuk mengalami berbagai penyakit kronis (diabetes, penyakit jantung, kanker, dan lain-lain) di usia dewasa.
Bahkan, ketika sudah dewasa nanti, anak dengan tubuh pendek akan memiliki tingkat produktivitas yang rendah  dan sulit bersaing di dalam dunia kerja. Bagi anak perempuan yang mengalami stunting, berisiko untuk mengalami masalah kesehatan dan perkembangan pada keturunannya saat sudah dewasa. 

Hal tersebut biasanya terjadi pada wanita dewasa dengan tinggi badan kurang dari 145 cm karena mengalami stunting sejak kecil. Pasalnya, ibu hamil yang bertubuh pendek di bawah rata-rata (maternal stunting) akan mengalami perlambatan aliran darah ke janin, serta pertumbuhan rahim dan plasenta.

Bukan tidak mungkin, kondisi tersebut akan berdampak buruk pada kondisi bayi yang dilahirkan. Bayi yang lahir dari ibu dengan tinggi badan di bawah rata-rata berisiko mengalami komplikasi medis yang serius, bahkan pertumbuhan yang terhambat.

Perkembangan saraf dan kemampuan intelektual bayi tersebut bisa terhambat, disertai dengan tinggi badan yang rendah. Selayaknya stunting yang berlangsung sejak kecil, bayi dengan kondisi tersebut juga akan terus mengalami hal yang sama sampai ia beranjak dewasa.

Dampak stunting juga bisa memengaruhi proses kelahiran bayi
Stunting juga bisa meningkatkan risiko kematian janin saat melahirkan, karena kesulitan persalinan yang dialami ibu. Pasalnya, ibu dengan tinggi badan di bawah normal cenderung memiliki ukuran panggul yang kecil atau sempit. Hal inilah yang nantinya akan mempersempit jalan lahir bayi, sehingga menyulitkannya untuk keluar dari rahim ibu.

Atau dengan kata lain, ukuran kepala bayi terlalu besar sehingga tidak sepadan dengan ukuran panggul yang dimiliki ibu. Oleh karena proporsi ukuran yang tidak sesuai inilah, ibu dengan tinggi badan pendek biasanya sulit untuk melakukan persalinan normal (melalui vagina).

Sebab jika dipaksakan, kondisi tersebut justru bisa meningkatkan risiko kematian maternal dan masalah kesehatan pada bayi. Entah itu dalam jangka pendek maupun panjang.

Rendahnya tinggi badan ibu yang telah terjadi sejak kecil juga bisa mengakibatkan hal yang sama pada anak-anaknya kelak. Anak yang lahir dari ibu dengan tinggi badan di bawah rata-rata berisiko mengalami underweight atau berat badan rendah, serta tinggi badan yang tidak rendah pula.

Itulah mengapa kondisi ini dikatakan sebagai masalah gizi yang dapat berdampak hingga anak berusia lanjut usia, apabila tidak segera ditangani.

Bagaimana cara menangani stunting pada anak?
Melansir dari Buletin Stunting menurut Kementerian Kesehatan RI, stunting dipengaruhi oleh pola asuh, cakupan dan kualitas pelayanan kesehatan, lingkungan, serta ketahanan pangan. 

Salah satu cara pertama yang bisa dilakukan untuk anak dengan tinggi badan di bawah normal, yakni dengan memberikannya pola asuh yang tepat. Dalam hal ini meliputi inisiasi menyusui dini (IMD), pemberian ASI Eksklusif sampai usia 6 bulan, serta pemberian ASI bersama dengan MP-ASI sampai anak berusia 2 tahun.

WHO dan UNICEF menganjurkan agar bayi usia 6-23 bulan untuk mendapatkan makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang optimal. Ketentuan pemberian makanan tersebut sebaiknya mengandung minimal 4 atau lebih dari 7 jenis makanan.

Meliputi serealia/umbi-umbian, kacang-kacangan, produk olahan susu, telur atau sumber protein lainnya, sayur dan buah kaya vitamin A atau lainnya. Di sisi lain, perhatikan juga batas ketentuan minimum meal frequency (MMF), untuk bayi usia 6-23 bulan yang diberi dan tidak diberi ASI, dan sudah mendapat MP-ASI, seperti:

Untuk bayi yang diberi ASI:

Umur 6-8 bulan: 2 kali per hari atau Bible
Umur 9-23 bulan: 3 kali per hari atau lebih
Untuk bayi yang tidak diberi ASI:

6-23 bulan: 4 kali per hari atau lebih
Bukan hanya itu saja. Ketersediaan pangan di masing-masing keluarga turut berperan dalam mengatasi stunting. Misalnya dengan meningkatkan kualitas makanan harian yang dikonsumsi.

Apakah stunting bisa dicegah?
Kejadian stunting bukanlah masalah baru di dunia kesehatan. Di Indonesia sendiri, stunting adalah masalah gizi pada anak yang masih menjadi pekerjaan rumah yang mesti dituntaskan dengan baik. Terbukti menurut data Pemantauan Status Gizi (PSG) dari Kementerian Kesehatan RI, selama 3 tahun terakhir ini, jumlah anak pendek terbilang cukup tinggi.

Kasus anak stunting memiliki jumlah tertinggi jika dibandingkan dengan permasalahan gizi lainnya, seperti gizi kurang, kurus, dan gemuk. Pertanyaan selanjutnya adalah, bisakah stunting pada anak dicegah sejak dini?

Jawabannya sebenarnya bisa. Stunting pada anak merupakan satu dari beberapa program prioritas yang dicanangkan oleh pemerintah agar angka kasusnya diturunkan.

Ada berbagai upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah stunting menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 39 Tahun 2016. Cara mencegah stunting menurut Pedoman Penyelenggaraan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga, yakni:

Untuk ibu hamil dan bersalin:

  • Pemantauan kesehatan secara optimal beserta penanganannya, pada 1.000 hari pertama kehidupan bayi.
  • Pemeriksaan kehamilan atau ante natal care (ANC) secara rutin dan berkala.
  • Melakukan proses persalinan di fasilitas kesehatan terdekat, seperti dokter, bidan, maupun puskesmas.
  • Memberikan makanan tinggi kalori, protein, serta mikronutrien untuk bayi (TKPM).
  • Melakukan deteksi penyakit menular dan tidak menular sejak dini.
  • Memberantas kemungkinan anak terserang cacingan.
  • Melakukan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan penuh.
Untuk balita:

  • Rutin memantau pertumbuhan balita.
  • Memberikan makanan tambahan (PMT) untuk balita.
  • Melakukan stimulasi dini perkembangan anak.
  • Memberikan pelayanan dan perawatan kesehatan yang optimal untuk anak.
Untuk anak usia sekolah:

  • Memberikan asupan gizi yang cukup sesuai kebutuhan harian anak.
  • Mengajarkan anak pengetahuan terkait gizi dan kesehatan.
Untuk remaja:

  • Membiasakan anak untuk melakukan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), pola gizi seimbang, tidak merokok, dan tidak memakai narkoba.
  • Mengajarkan anak mengenai kesehatan reproduksi.

Untuk dewasa muda:

  • Memahami seputar keluarga berencana (KB).
  • Melakukan deteksi dini terkait penyakit menular dan tidak menular.
  • Senantiasa menerapkan perilaku hidup bersih sehat (PHBS), pola gizi seimbang, tidak merokok, dan tidak memakai narkoba.
  • Intinya, jika ingin mencegah stunting maka asupan serta status gizi seorang calon ibu harus baik. Hal ini kemudian diiringi dengan memberikan asupan makanan yang berkualitas ketik anak telah lahir.

Apakah stunting masih mungkin diperbaiki?
Sayangnya, stunting adalah kondisi gangguan pertumbuhan yang tidak bisa dikembalikan seperti semula. Maksudnya, ketika seorang anak sudah stunting sejak masih balita, maka pertumbuhannya akan terus lambat hingga ia dewasa.

Saat puber, ia tidak dapat mencapai pertumbuhan maksimal akibat sudah terkena stunting di waktu kecil. Meskipun, Sobat telah memberikannya makanan yang kaya akan gizi, tapi tetap saja pertumbuhannya tidak dapat maksimal seperti anak normal lainnya.

Namun, tetap penting bagi Sobat memberikan berbagai makanan yang bergizi tinggi agar mencegah kondisi si kecil semakin buruk dan gangguan pertumbuhan yang ia alami semakin parah.

Oleh karena itu, sebenarnya hal ini dapat dicegah dengan cara memberikan nutrisi yang maksimal saat awal-awal kehidupannya. Tepatnya selama 1.000 hari pertama kehidupan anak.

Jika Sobat OW mengetahui bahwa si kecil mengalami kondisi ini, sebaiknya segera konsultasikan pada dokter anak agar cepat teratasi.

Demikian informasi mengenai STUNTING yang bisa Admin bagikan. Terima kasih atas kunjungannya dan dinantikan kunjungan berikutnya.

Semoga bermanfaat...



sumber : hellosehat.com

Friday, 20 September 2019

Program Digitalisasi Sekolah Kunci Keberhasilannya Ada Pada Guru

 
Program Digitalisasi Sekolah Kunci Keberhasilannya Ada Pada Guru

Sobat OW | tercinta....
Program digitalisasi sekolah akan didukung dan ditindaklanjuti dengan peningkatan kompetensi guru, khususnya di bidang penguasaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Hal ini karena guru merupakan ujung tombak dan penentu keberhasilan program digitalisasi sekolah untuk mempercepat terciptanya sumber daya manusia Indonesia yang unggul.

“Kunci berhasil atau tidaknya program digitalisasi sekolah ada pada guru. Jadi kompetensi guru harus baik. Guru harus belajar tiap hari baik bersama instruktur, belajar sendiri, ataupun belajar dengan koleganya dalam asosiasi guru,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy saat meluncurkan program digitalisasi sekolah di Gedung Srindit Ranai Kabupaten Natuna Kepulauan Riau, Rabu (18/9/2019).

Peningkatan kompetensi guru merupakan program prioritas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang terus ditingkatkan kualitas pelaksanaannya. Peningkatan kompetensi guru dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud. Program ini akan dilaksanakan berbasis zona dengan mengoptimalkan peran kelompok kerja guru (KKG) dan musyawarah guru mata pelajaran (MGMP).

Digitalisasi Sekolah Tidak Akan Menghilangkan Pembelajaran dengan Tatap Muka

Program digitalisasi sekolah yang baru saja diluncurkan, tidak akan menghilangkan proses pembelajaran dengan tatap muka. Pembelajaran dengan tatap muka antara guru dan siswa di kelas tetap penting dan tidak tergantikan, dan akan diperkaya dengan konten-konten digital.
“Program digitalisasi sekolah ini, bukan berarti proses belajar mengajar dengan cara konvensional tidak berlaku, justru tetap penting. Pembelajaran dengan tatap muka antara guru dan siswa masih menjadi cara yang paling tepat, terutama dalam pembentukan karakter siswa,” ujar Mendikbud Muhadjir Effendy.

Peran guru di era revolusi industri 4.0, menurut Mendikbud, semakin penting. “Guru tidak hanya mengajar, namun sekarang guru harus menguasai sumber-sumber di mana anak-anak bisa belajar. Anak-anak bisa belajar dari mana saja, dan guru mengarahkan,” tutur Muhadjir Effendy. Dengan kata lain guru berfungsi sebagai penghubung sumber belajar atau resource linker.

Guru juga berperan sebagai fasilitator dalam pembelajaran. “Peran guru memfasilitasi, mencari narasumber yang relevan, siswa harus belajar dengan siapa, kemudian memerlukan fasilitas apa,” ujar mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang tersebut.  

Selain itu, peran guru yang juga sangat penting adalah sebagai penjaga gawang informasi atau gate keeper. “Informasi mana yang membahayakan harus dibendung oleh guru. Ancaman kita semakin lama sangat besar, pengaruh ideologi yang bertentangan dengan Pancasila,” ungkap Mendikbud menambahkan.

Oleh karena itu, guru harus meningkatkan kompetensinya dalam penguasaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). “Mulai sekarang saya mohon kepada guru untuk mulai mempelajari dan menguasai materi yang tersedia di portal Kemendikbud, khususnya yang ada di dalam platform digital yaitu Rumah Belajar. Itu gratis tidak perlu membayar,” pesan Mendikbud.

Demikian informasi mengenai Program Digitalisasi Sekolah Kunci Keberhasilannya Ada Pada Guru yang bisa Admin sampaikan, terima kasih atas kunjungannya dan dinantikan kunjungan berikutnya...

Semoga bermanfaat....



Monday, 16 September 2019

Permendikbud Nomor 31 Tahun 2019 Tentang Petunjuk Teknis BOS Afirmasi dan BOS Kinerja

 
Permendikbud Nomor 31 Tahun 2019 Tentang Petunjuk Teknis BOS Afirmasi dan BOS Kinerja

Sobat OW| tercinta...
Berikut ini ketentuan tentang BOS Kinerja dan BOS Afirmasi sesuai dengan Permendikbud Nomor 31 tahun 2019.

BOS Afirmasi dan BOS Kinerja yang diberikan kepada satuan pendidikan penerima sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 digunakan untuk membiayai:
a. penyediaan fasilitas akses Rumah Belajar; dan
b. langganan daya dan jasa.

Sesuai dengan Pasal permendikbud tersebut bahwa penerimaan dan rencana penggunaan dana BOS Afirmasi dan BOS Kinerja dicantumkan dalam RKAS. Pencantuman penerimaan dan rencana penggunaan dana BOS Afirmasi dan BOS Kinerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan melalui revisi RKAS. (3) RKAS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) harus mendapat persetujuan dalam rapat dewan guru setelah memperhatikan pertimbangan dari komite sekolah.


SIARAN PERS
Nomor:292/Sipres/A5.3/IX/2019

Kemendikbud Siapkan Bantuan Operasional Sekolah Afirmasi dan Kinerja untuk Digitalisasi Sekolah

Jakarta, Kemendikbud — Dalam rangka menyiapkan sekolah memasuki era revolusi industri 4.0, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengembangkan program Digitalisasi Sekolah. Alokasi dana pengembangan program tersebut disiapkan melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) berupa BOS Afirmasi, dan BOS Kinerja.

“Salah satu tantangan dunia pendidikan di Indonesia saat ini adalah akses pendidikan di daerah pinggiran, pendidikan karakter, dan perkembangan teknologi yang harus diimbangi keahlian dan kemampuan. Oleh karena itu, untuk mempercepat dan meningkatkan akses yang belum merata itu, kita akan bangun mulai dari pinggiran dulu melalui digitalisasi sekolah,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, saat membuka acara Sosialisasi Program BOS Afirmasi dan BOS Kinerja yang dihadiri oleh dinas pendidikan provinsi dan kabupaten/kota seluruh Indonesia, di Jakarta, Kamis malam (12/09/2019).

Mulai tahun 2019 pengalokasian dana BOS sedikit berbeda dibandingkan sebelumnya. Pada tahun ini, selain alokasi dana BOS regular, juga disediakan dana BOS Afirmasi untuk mendukung operasional rutin dan mengakselerasi pembelajaran bagi sekolah yang berada di daerah tertinggal dan sangat tertinggal dengan alokasi dana sebesar Rp2,85 triliun. Selain itu, disiapkan juga dana BOS Kinerja sebesar Rp1,50 triliun, yang dialokasikan untuk sekolah yang dinilai berkinerja baik dalam menyelenggarakan layanan pendidikan.

Pada tahun ini, program Digitalisasi Sekolah akan direalisasikan kepada 30.227 sekolah melalui BOS Afirmasi, dan 6.004 sekolah melalui BOS Kinerja. Melalui program ini, Pemerintah akan memberikan sarana pembelajaran di sekolah berupa tablet kepada 1.753.000 siswa kelas 6, kelas 7 dan kelas 10 di seluruh Indonesia, khususnya sekolah yang berada di pinggiran.

“Tahun depan kalau bisa diperbanyak, bisa sepuluh kali lipat, dan kita ambilkan dananya bukan hanya dari BOS Afirmasi dan BOS Kinerja. Dengan begitu digitalisasi sekolah bisa berjalan secepat mungkin,” terang Mendikbud.

Dalam acara sosialisasi ini juga dipaparkan salah satu fasilitas digitalisasi yang dikembangkan oleh Kemendikbud, yaitu Rumah Belajar. Fasilitas ini berikan secara gratis, sehingga bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan di sekolah masing-masing.

“Gurunya kita latih, tapi ini kan sangat terbuka. Ini kita arahkan mereka untuk mengakses rumah belajar. Tetapi kalau ada yang ingin berlangganan platform-platform digital yang berbayar, silahkan asal tidak melanggar aturan,” ungkap Muhadjir.

Untuk memastikan penggunaan sarana pembelajaran yang diberikan dapat berfungsi dengan baik, seperti jaringan internet dan listrik, Kemendikbud telah bekerjasama dengan berbagai lembaga pemerintah terkait. “Untuk jaringan internet kita koordinasikan dengan Kemenkominfo, sedangkan untuk energi listriknya dengan ESDM” ujar Mendikbud.

Dari sisi pengawasan program, Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Didik Suhardi, menuturkan bahwa Inspektorat Jenderal Kemendikbud dan kepala dinas pendidikan akan dilibatkan penuh. “Makanya ini kita undang, jadi minta kepala dinas ikut memberikan pembinaan kepada sekolah, mengawasi sekolah agar betul-betul memberikan peralatan yang sesuai dengan yang kita harapkan, jangan sampai membeli yang lain yang tidak diperlukan,” pungkas Didik

Sebagai langkah awal Mendikbud akan meluncurkan sekolah digital di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau pada tanggal 18 September 2019. Pada kesempatan ini, sebanyak 34 sekolah dengan jumlah 841 siswa akan diberikan bantuan melalui BOS Afirmasi. Selain itu, sebanyak 4 sekolah dengan jumlah 301 siswa akan menerima bantuan melalui BOS Kinerja.

Selain komputer tablet yang akan digunakan oleh masing-masing siswa, setiap sekolah juga akan menerima satu unit PC server, satu unit laptop, hardisk, router, LCD dan speaker. “Nanti penggunaanya untuk siswa kelas 6, kelas 7 dan kelas 10. tapi sifatnya dipinjamkan, jadi tidak boleh dibawa pulang ke rumah,” terang Didik.

Jakarta, 13 September 2019
Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Demikian informasi mengenai Permendikbud Nomor 31 Tahun 2019 Tentang Petunjuk Teknis BOS Afirmasi dan BOS Kinerja yang bisa Admin bagikan, terima kasih atas kunjungannya dan dinantikan kunjungan berikutnya.

Semoga bermanfaat....

Thursday, 12 September 2019

Cara Melakukan Pengecekan Validitas Data NIK Peserta Didik Secara Online

 
Cara Melakukan Pengecekan Validitas Data NIK Peserta Didik Secara Online

Sobat OW | tercinta....
Validitas Nomor Induk Kependudukan (NIK) Peserta didik yang di entry oleh Operator Sekolah pada Aplikasi Dapodikdasmen saat ini bisa dialidasi melalui halaman web yang sudah terintegrasi dengan data di Dinas Penduduk dan Catatan Sipil (DISDUKCAPIL) dari data SIAK.

Nomor induk kependudukan yang valid pada tabel tidak berwarna merah, sedangkan nomor induk kependudukan yang tidak valid akan berwarna merah.

Dengan data apakah Nomor Induk Kependudukan dibandingan?. Bagaimana cara mengaksesnya?. Pada artikel saya kali ini akan membahas masalah data pembanding dan cara mengakses data Nomor Induk Kependudukan peserta didik yang terdaftar kedalam aplikasi dapodik versi 2020.

Data pembanding Nomor Induk Kependudukan.

Data yang digunakan adalah data yang berasal dari Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) adalah suatu sistem informasi yang ditumbuh-kembangkan berdasarkan prosedur-prosedur pelayanan administrasi kependudukan dengan menerapkan sistem teknologi informasi dan komunikasi guna menata sistem administrasi kependudukan di Indonesia.

Bila sekolah selaku satuan pendidikan sebagai muara data peserta didik harus benar-benar menjaga kualitas data yang valid sehingga semua kebijakan akan tepat sasaran.

Bagaimana cara mengakses data Nomor Kependudukan Peserta didik melalui aplikasi SIAK?.

Sekolah diberi hak akses guna mengetahui kevalidan data Nomor Induk Kependudukan peserta didik. Beberapa ketentuan yang harus dipenuhi untuk mengakses antara lain sebagai berikut:
  1. Memiliki akun yang terdaftar pada (Pangkalan Data Satuan Pendidikan) PDSP atau tedaftar pada link http://sdm.data.kemdikbud.go.id/. Di mana akun tersebut dapat memiliki akses untuk verifikasi dan validasi (Perserta didik, PTK/GTK, Satuan Pendidikan, Fasial dll).
  2. Memiliki perangkat elektronik untuk digunakan sebagai alat mengakses bisa berupa (Laptop, Komputer, Android, Smartphone, Tablet, IOS dll)
  3. Jaringan internet bisa berupa; Lan, wifi, hotspot, modem, dll.
  4. Orang yang mengoperasikan peralatan elektronik tersebut dalam hal ini adalah pegawai yang diberi kewenangan untuk mengelola data bisa Operator Sekolah. 
Bila Semua ketentuan di atas sudah terpenuhi maka langkah selanjutnya adalah cara mengaksesnya sebagai berikut:
  1. Nyalakan perangkat elektornik yang anda miliki misalnya saya menggunakan laptop.
  2. Sambungkan dengan jaringan internet sesuai dengan jaringan internet yang anda miliki.
  3. Silahkan anda buka browser anda, (Chrome, Mozila Firefox, Safari, Opera dll)
  4. Silahkan anda akses alamat url ini atau klik DISINI
  5. Silahkan anda login dengan menggunakan akun yang terdaftar pada PDSP/ http://sdm.data.kemdikbud.go.id/ berupa user dan password.
  6. Bila  user dan password sudah anda masukkan silahkan anda klik Login
  7. Lalu akan muncul tampilan dasboard pengelolan data peserta didik antara lain berupa; beranda, dukcapil, logout, pencarian sekolah, rangkuman, tingkat akhir, peserta didik, dan residu.
  8. Silahkan anda pilih dukcapil dengan cara  klik menu dukcapil.
  9. Selanjutnya akan muncul tabel Integrasi Data Peserta Didik Dapodik & Dukcapil, NPSN Nama Sekolah, Kabupaten/kota , Provinsi.
  10. Selain keterangan pada nomor 9 diatas juga akan muncul

  • Nomor urut.
  • NISN
  • NIK Dapo dan Siak
  • Nama Dapo dan Siak
  • Tempat lahir Dapo dan Siak
  • Tanggal lahir Dapo dan Siak
  • Ibu kandung Dapo dan Siak
  • Jenis Kelamin Dapo dan Siak
Demikian informasi mengenai Cara Melakukan Pengecekan Validitas Data NIK Peserta Didik Secara Online yang bisa Admin bagikan. Terima kasih atas kunjungannya, dan dinantikan kunjungan berikutnya.

Semoga bermanfaat....

Saturday, 7 September 2019

Pemetaan Mutu Pendidikan 2019

 
Download Instrument Pemetaan Mutu Pendidikan (PMP) 2019 Semua Jenjang

Sobat OW| tercinta....



Aplikasi PMP 2019 atau Aplikasi Pemetaan Mutu Pendidikan (PMP) Tahun 2019 akan dilakukan secara Daring atau secara Full Online. dan Aplikasi PMP 2019 ini tidak lagi terkoneksi dengan Aplikasi Dapodik artinya bisa dikerjakan melalui komputer atau laptop lain yang tidak terinstall Dapodik di dalamnya.

Aplikasi PMP Daring 2019 ini tidak lagi harus melakukan Unduh dan Instal Aplikasi karena akan berbasis web, sehingga untuk pengerjaannya dilakukan secara Online dan harus terkoneksi dengan internet. Mungkin ini akan sedikit merepotkan rekan-rekan yang berada di bagikan susah signal Internet.

Informasi yang Admin dapatkan bahwa Untuk Aplikasi Pemetaan Mutu Pendidikan / PMP Daring 2019 juga tidak lagi menggunakan Akun seperti dapodik dan juga tidak lagi harus mengisi Kuisioner disetiap masing-masing guru. karena Akun hanya untuk Pengawas Sekolahan yang telah didaftarkan oleh LPMP Provinsi.

Dibawah ini adalah Tahapan Pengisian PMP Dikdasmen Daring 2019:
  1. Kepala Sekolah, Guru, Siswa, dan Komite sekolah mengisi instrumen PMP, setelah seluruh nya lengkap maka akan dihasilkan rapor mutu.
  2. Berdasarkan rapor mutu standar, kepala sekolah melakukan validasi dan verifikasi. 
  3. Apabila Kepala Sekolah tidak menerima hasil rapor mutu standar, Kepala Sekolah dapat meminta responden mengisi ulang.
  4. Setelah semua lengkap dan sesuai dengan kondisi sekolah, Kepala sekolah mengirim data PMP ke server setelah mengisi Pakta Integritas.
  5. Pengawas sekolah dapat mengisi instrumen PMP kapan saja dan dimana saja (online atau offline) dan setelah lengkap dapat mengirim ke server setelah mengisi Pakta Integritas.
  6. Setelah semua lengkap maka Rapor Mutu Sekolah dapat dipublikasi dan digunakan untuk PMP atau lainnya.


Saat ini Pemerintah telah menyediakan Layanan Ujicoba atau Simulasi Aplikasi PMP Dikdasmen Daring 2019 yang dapat diakses oleh semua orang. Untuk lebih jelasnya silahkan baca Panduan Login Aplikasi PMP 2019 dibawah ini:

Cara Login PMP Dikdasmen Daring 2019
1# Silahkan Buka Link DISINI.
2# Kemudian Klik pada Menu PMP Daring
3# Login menggunakan Username dan Password (biasanya menggunakan NUPTK Pengawas, tentunya yang sudah terdaftar dalam manajemen PMP)
4# Jika Login benar, maka akan masuk kehalaman Beranda Manajemen PMP Dikdasmen Daring 2019.
5# Silahkan isi Kuesioner yang telah disediakan.

Untuk kuisionernya Sobat OW bisa mengunduhnya pada link yang ada dibawah ini, jangan lupa sesuaikan dengan jenjang masing-masing ya.... Silahkan diisi sesuai kebutuhan, sehingga ketika nanti tiba saatnya untuk mengisi secara online sudah memiliki form bantunya...



Demikian Informasi mengenai Pemetaan Mutu Pendidikan (PMP) 2019 Daring, yang bisa Admin bagikan. Terima kasih atas kunjungannya dan dinantikan kunjungan berikutnya...

Semoga bermanfaat....

Sunday, 1 September 2019

DriverPack Solution 17.10.14.19083

 
DriverPack Solution 17.10.14.19083 Empunya Driver Segala Hardware

Sobat OW| tercinta....
DriverPack Solution adalah program yang berisi kumpulan-kumpulan driver untuk VGA, Chipset, SoundCard, LanCard, Wifi, Printer, dll. Bisa digunakan untuk semua versi windows (32/64 bit) yang dapat Sobat OW gunakan di berbagai macam komputer dan laptop.

Kesulitan dalam mencari driver merupakan salah satu kendala besar dalam proses install ulang PC ataupun laptop kita. Drivers ini sangat penting sebab tanpa adanya driver, hardware-hardware yang terpasang pada perangkat kita tidak akan berfungsi dengan normal karena fungsi driver yang sebenarnya untuk menghubungkan antara hardware dan software.

Salah satu keunggulan Driver Pack Solution 17.10.14.19083 yaitu mampu melakukan update driver dengan mudah secara offline, Sobat OW bisa melakukan update driver dengan cepat tanpa menggunakan koneksi internet, hal itu dikarenakan Sobat OW telah mengunduh semua database driver yang diperlukan, database driver yang telah Sobat download tersebut berisi berbagai driver yang telah diupdate ke versi yang terbaru.

Bagi Sobat yang sering melakukan install ulang PC dan laptop atau memang pekerjaan Sobat adalah teknisi komputer maka Sobat OW wajib memiliki software berbentuk ISO ini, hal itu akan sangat memudahkan Sobat OW sebagai teknisi yang pekerjaannya sudah barang tentu berhubungan dengan installasi operating system pada PC atau laptop dalam hal melakukan update driver dan mendapatkan update driver terbaru untuk semua hardware yang terpasang pada komputer termasuk driver printer, webcam dan lainnya.


Silahkan untuk Sobat OW yang membutuhkan file ISO DriverPack Solution 17.10.14.19083 ini untuk mengunduhnya melalui link unduhan di bawah ini. Namun sebelum melakukan unduhan pastikan terlebih dahulu kecepatan internet Sobat memadai dan juga tentunya kuota mesti cukup sebab lumayan besar kapasitas yang akan Sobat unduh yaitu sekitar 18.58 Gb. Password download / file .zip nya adalah download.id





Demikian informasi mengenai DriverPack Solution 17.10.14.19083 yang bisa Admin bagikan, terima kasih atas kunjungannya dan dinantikan kunjungan berikutnya....

Semoga bermanfaat....